BANJARMASIN – Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam, seorang remaja bernama M. Irfan (13) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Jalan Rantauan Ilir, Banjarmasin Selatan, akhirnya ditemukan oleh Tim Rescue Gabungan, Senin (12/1/2026) dini hari.

Korban yang merupakan warga Jalan Oktober Gang Keluarga 2, Banjarmasin Selatan, ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian pada pukul 01.30 WITA. Saat ditemukan, kondisi korban mengapung di permukaan air dengan posisi telungkup.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, ST, MM, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban sudah ditemukan. Tidak ada indikasi kekerasan, hanya terlihat adanya pembengkakan pada tubuh korban yang diduga akibat terlalu lama berada di dalam air,” ujar Kompol Dading saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, korban dilaporkan tenggelam ketika berenang di Sungai Martapura yang kondisi arusnya cukup deras, ditambah hembusan angin kencang.

Berdasarkan kronologis kejadian, sekitar pukul 16.00 WITA, Irfan diketahui sedang menonton teman-temannya bermain sepak bola di sekitar lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, korban bersama lima orang temannya, yakni Wais, Alid, Edo, Yuda, dan Arsil, memutuskan untuk berenang sekaligus menyeberangi sungai.

Namun, saat berada di tengah sungai, Irfan diduga kehabisan tenaga dan terseret arus deras sejauh kurang lebih 100 meter. Teriakan korban yang meminta pertolongan sempat terdengar oleh teman-temannya.

Kelima teman korban berupaya mengejar dan memberikan bantuan, namun derasnya arus sungai membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Beberapa saat kemudian, korban menghilang ke dalam air dan dinyatakan tenggelam.

Proses pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, relawan, dan warga setempat, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada dini hari.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.